My Personal Interest

Melakukan Speedtest dari Armbian Linux


Terkadang dalam menggunakan akses online kita mengalami suatu masalah dalam terkoneksi dengan pusat data yang ingin kita capai, baik itu secara perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Biasanya orang awam akan sulit untuk menganalisa gangguan yang terjadi manakala kejadian ini menghampiri disela-sela aktivitas seperti diatas.

Cara paling mudah untuk melakukan analisa yaitu mengunjungi situs speedtest untuk mengetahui konetivitas jaringan kita ke lokasi tujuan, baik melalui webnya langsung maupun hal lainnya. Disini saya akan memberikan tips untuk melakukannya di komputer atau router yang berbasis linux, dalam hal ini adalah armbian linux yang sudah terinstall di android box saya.

1. Install speedtest dari CLI

$sudo apt install speedtest-cli

2. Setelah selesai langsung lakukan speedtest

$speedtest

3. Selesai, cukup mudah bukan!

  • Add to Phrasebook
    • No word lists for English -> English...
    • Create a new word list...
  • Copy
Share:

Kustomisasi Regex Filter untuk Pihole

Dalam ads blocking server yang Saya gunakan yaitu Pihole, terkadang masih saja ada iklan yang lolos di suatu site barang. Dengan kustomisasi regex filter berikut maka menambah metoda untuk memfilter iklan agar tidak sampai ke device client, yuk langsung saja dibaca terus sampai habis.
Share:

Membuat Server Virtual dari Server Fisik

Saya yakin Anda sudah banyak mendengar tentang virtualisasi. Di mana pun Anda bekerja, saya yakin Anda juga ingin menggunakan manfaat lingkup tervirtualisasi dan terutama manfaat virtualisasi Hyper-V. Di tulisan ini saya akan menjelaskan cara mengubah server fisik Anda menjadi server virtual Hyper-V (P2V), teruslah membaca dan saya akan memberi tahu bagaimana caranya agar  Anda dapat dengan mudah menyelesaikannya hanya dalam hitungan menit!


Ada beberapa langkah untuk proses ini, tetapi saya akan menjelaskan tentang cara termudah dan paling nyaman untuk membuat VM untuk platform Hyper-V Anda. Saya berasumsi Anda memiliki server Hyper-V aktif dan berjalan. Jika tidak, harap baca panduan ini terlebih dahulu.

Sebagai catatan, saya tidak merekomendasikan server aktif yang berfungsi sebagai DC (Domain Controller) untuk dijadikan VM, lebih baik untuk membuat DC dari awal agar bisa menggunakan Geenerasi 2 dari Hyper-V yang mempunyai beberapa kelebihan tersendiri.

Konversi Server Fisik ke Image VMware

P2V Convertion, atau dalam bahasa mudahnya Physical to Virtual yang mana tujuan kita dari awal adalah mengkonversikan server fisik ke server virtual di Hyper-V. Oh, iya dalam skenario ini server lama saya masih berbasis Windows Server 2003 sedangkan Host Hyper-V saya berjalan di Windows Server 2008 R2, maka perlu di convert dahulu ke image disk VMware baru bisa ke Hyper-V berikut langkahnya;

1. Download dan Install VMware vCenter Converter Standalone di Host Hyper-V, pada saat tulisan ini dibuat v.6.2.0 
https://my.vmware.com/en/web/vmware/info/slug/infrastructure_operations_management/vmware_vcenter_converter_standalone/6_2_0
2. Jalankan softwarenya lalu pilih Convert Machine

3. Pastikan pilih Remote Machine (A) dan masukkan IP address dan loginnya (B) dari server yang akan di konversi ke VM.

 4. Pilih Destination Type ke Workstation (A), VMware Product ke 11.x/12.x (B), VM Details (C) biasanya akan terisi otomatis dari proses sebelumnya, Select location for VM (D) ini adalah lokasi share di Host Hyper-V dan jika belum ada buatlah satu folder dan aktifkan opsi share, Enter Credential (E) di isi akses login dari Host Hyper-V, jangan tertukar dengan login dari point 3.


5. Pastikan parameter sudah sesuai dan lanjutkan ke proses berikutnya.


6. Pada langkah ini kita sudah selesai mengkonversi dari server fisik ke image VMware.


Konversi disk image dari VMware ke Hyper-V


1. Download dan Install Microsoft Virtual Machine Converter dari sini
https://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=42497
2. Buka Windows Powershell dan eksekusi perintah sbb

2.1. Import modul MVMC dengan perintah
Import-Module "C:\Program Files\Microsoft Virtual Machine Converter\MvmcCmdlet.psd1"

2.2. lakukan konversi file vmdk ke vhdx dengan perintah
ConvertTo-MvmcVirtualHardDisk -SourceLiteralPath D:\nama_folder\nama_file.vmdk -VhdType DynamicHardDisk -VhdFormat vhdx -destination D:\Hyper-V

Sampai disini kini kita sudah mempunyai file image yang kompatibel dengan Hyper-V dan siap di load kedalam host Hyper-V.

3. Buat mesin virtual baru dan beri nama sesuai selera


4. Pilih Gen yang sesuai, karena saya masih menggunakan mesin lama pada server aslinya dan belum menggunakan UEFI pada BIOSnya maka hanya bisa menggunakan GEN 1, jika server asli anda sudah menggunakan BIOS UEFI pilih GEN 2.


5. Pilih Start Up memory, disini saya menggunakan 4096 (4GB), usahakan nilainya seper-empat dari kapasitas total ram yang tersedia pada Host Hyper-V.


6. Pilih virtual network card yang dimiliki oleh Host Hyper-V.


7. Pilih hasil File dari proses pada point (2.2)

8. Pastikan kembali parameter sebelum ke langkah selanjutnya.


9. Jalankan VM tersebut dan selesai, pada tahap ini selesai sudah proses migrasi dari server fisik ke virtual.


Saya berharap tulisan ini berguna dan bermanfaat, jika ada pertanyaan silahkan tambahkan pada kolom komentar, nantikan tutorial selanjutnya!
Share:

Mengaktifkan DNS over TLS di Android

Sebelumnya kita sudah membahas untuk mengaktifkan DNS over HTTPS di Firefox di artikel yang sudah saya tulis. Maka kali ini kita akan mengaktifkan DNS over TLS di system android ketika menggunakan data / internet dari provider.


1. Buka Settings → Network & internet.


2. Pada Private DNS pilih Advanced.


3. Tap di Private DNS dan isikan one.one.one.one lalu Save.




4. Done, maka android anda kini lebih aman karena menggunakan DNS over TLS.

Share:

ROG2: Smartphone Gamer paling Dahsyat!



Pada kesempatan kali ini saya diundang dalam pehelatan ASUS pada 5 Desember 2019 yang resmi memperkenalkan ROG Phone II, smartphone gamer paling canggih dan powerful di dunia dalam acara yang bertajuk We Own The Game – ROG Phone II Grand Launching. ROG Phone II merupakan smartphone gaming-centric dengan performa paling powerful dan fitur gaming tidak tertandingi.


“Mari sambut smartphone gaming yang sesungguhnya, ROG Phone II,” ujar Jimmy Lin, Regional Director ASUS Southeast Asia. “Sejak pertama kali hadir, ROG merupakan brand gaming yang konsistem mengedepankan performa serta pengalaman gaming terbaik dan hal tersebut dapat dijumpai di ROG Phone II. Tidak ada smartphone gaming yang bisa menandingi ROG Phone II,” tambah Jimmy.

ROG Phone II juga dilengkapi dengan fitur gaming khusus, salah satunya adalah Air Trigger yang merupakan sensor khusus di bagian samping bodi ROG Phone II yang dapat digunakan sebagai tombol tambahan ketika bermain game. Selain itu, terdapat juga port USB Type-C khusus di bagian samping bodi ROG Phone II yang berfungsi sebagai fasilitas untuk mengisi daya sekaligus menghubungkan berbagai aksesori khusus ROG Phone II.

ROG Phone II tidak hanya powerful dan penuh fitur, tetapi juga dapat menemani sesi bermain game penggunanya dalam jangka waktu yang lebih lama. Berkat baterai besar 6.000mAh, ROG Phone II dapat digunakan untuk bermain game lebih lama dibandingkan smartphone lainnya. Didukung dengan teknologi Quick Charge 4.0, baterai ROG Phone II juga dapat diisi ulang dalam waktu yang singkat

Sebagai ponsel gaming, Asus ROG Phone 2 datang dengan sejumlah fitur luar biasa yang seharusnya dapat memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan bagi penggunanya. Sekilas mengenai spesifikasinya, Asus ROG Phone 2 datang mengusung layar AMOLED dengan kecepatan refresh rate 120Hz, yang membuat animasi akan berjalan lancar.


Sementara dari sektor dapur pacu, seperti kerap dikabarkan sebelumnya, smartphone ini mengusung chipset Snapdragon 855+. Tidak heran jika smartphone Asus ROG Phone 2 pun menyandang sebagai ponsel pertama di dunia dengan chip terbaru Qualcomm tersebut. Bagusnya lagi, smartphone juga didayai baterai berkapasitas ektra besar, yakni 6000 mAh agar lebih puas dalam berlama-lama dalam memainkan game.

Bicara soal desainnya, ROG Phone 2 disebut telah mengalami sedikit perubahaan, di mana sekarang telah memiliki ventilasi tunggal di bagian belakang sementara sensor sidik jarinya sudah tertanam di layar berbeda dari pendahulunya yang masih dibelakang.

Di sektor fotografi, smartphone ini mengemas dual-camera dengan resolusi 48MP + 13MP (ultra-wide angle). Adapun bagi penggemar selfie, smartphone ini mempunyai resolusi 24MP. Untuk jeroannya kamera ini sama seperti yang digunakan pada ZenFone 6 yang baru-baru ini juga diluncurkan menggunakan IMX 586 terbaru.

Kembali ke sektor jeroan, selain mengusung chipset paling bertenaga dari Qualcomm, ROG Phone 2 juga dibekali RAM 12GB dan memori internal 128GB berjenis UFS 3.0 untuk spesifikasi yang tertinggi. Hasilnya smartphone ini diharapkan bisa membuka dan memuat aplikasi dengan lebih cepat. Untuk audio, smartphone ini didukung dengan speaker depan DTX:X Ultra yang dikatakan Asus 2.5 kali lebih keras dibanding sang pendahulu.


Sama seperti Asus ROG Phone sebelumnya, ROG Phone 2 juga memiliki konektor yang bisa dipasang-lepas. Untuk pendinginan, smartphone ini dibekali kipas AeroActive Cooler 2 (gen kedua) yang lebih senyap dan efisien dalam menjaga ponsel agar tetap dingin. Dan asiknya lagi sekarang saat case ROG2 dipasang maka cooler ini tetap dapat dipasang berbeda dari design pendahulunya. Selain itu ada juga perangkat bernama Gamepad Kunai yang dapat dipasang ke setiap sisi ponsel dalam mode handheld, cocok untuk yang senang dengan game moba.


Spesifikasi ASUS ROG Phone II

Processor
2.96GHz Qualcomm® Snapdragon 855 Plus Mobile Platform with 7nm, 64-bit octa-core processor
GPU
Qualcomm® Adreno 640
UI
Android Pie with new ROG UI
Display
6.59-inch 19.5:9 (2340 x 1080) 120Hz/1ms AMOLED 10-bit HDR display
Ultra low touch latency at 49ms
600nits outdoor readable brightness
Delta E < 1
111,8% of DCI-P3 color gamut
500,000:1 contrast ratio AMOLED display with Corning® Gorilla® 6 Glass
Blue-light filter for eye care
Supports Always On
Capacitive touch panel with 10-point multitouch (supports glove touch)
Dimensions
170.99 x 77.6 x 9.48 mm
Weight
240g
Battery
6000mAh
Memory
Up to LPDDR4X12GB RAM
Storage
Up to UFS 3.0 512GB
Sensor
In-display fingerprint sensor, face recognition, accelerator, e-compass, gyroscope, proximity sensor, Hall sensor, ambient light sensor, ultrasonic sensors for AirTrigger II and grip press, dual vibrators
Wireless Technology
4G LTE up to 1.2Gbps downloads with integrated Qualcomm® Snapdragon™ X24 LTE modem
Qualcomm Wi-Fi 802.11a/b/g/n/ac
Wi-Fi Direct
Bluetooth® 5.0 (EDR + A2DP), supports Qualcomm® aptX™, aptX HD and aptX Adaptive
NFC
GPS
Supports GPS(L1+L5), GLO, BDS, GAL(E1+E5a), QZSS(L1+L5)
I/O ports
Side:
Custom USB-C
Supports USB 3.1 Gen 2 / DP 1.4 (4K) / fast charging (PD 3.0 + QC 4.0) (30W)
30W ROG HyperCharge direct charging
Bottom:
USB-C
Supports USB 2.0 / fast charging (PD3.0) (30W) / direct charging
3.5mm headphone jack
Main Rear Camera
48MP SONY IMX586 flagship sensor, Quad Bayer Technology, F1.79, 0.8µm/1.6µm effective pixel size, 1/2.0", 2x1 OCL PDAF, LED flash
Second rear Camera
13MP, 125˚  ultra-wide, F2.4, Real-time distortion correction
Front Camera
24MP, 0.9µm, Quad Bayer Technology, F2.0
Voice Wakeup
Yes
Speaker
Dual front-facing stereo speakers with DTS:X Ultra Virtual Surrounding Sound
Stereo speaker with dual NXP TFA9874 smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
NFC
Supported
Price
Rp8.499.000 (8GB RAM / 128GB ROM, inbox accessories: ROG Aerocase, QC4.0 18W Adapter, Data Cable, Pin ejector)
Rp12.499.000 (12GB RAM / 512GB ROM, inbox accessories: ROG Aerocase, ROG Hypercharge 30W Adapter, ROG Data Cable, AeroActive Cooler II, Pin ejector)
 

Informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi tautan berikut https://www.asus.com/id/ROG-Republic-Of-Gamers/ROG-Phone-II
  • Add to Phrasebook
    • No word lists for Indonesian -> English...
    • Create a new word list...
  • Copy
  • Add to Phrasebook
    • No word lists for Indonesian -> English...
    • Create a new word list...
  • Copy
Share:

Paling banyak dilihat

Terbaru

Melakukan Speedtest dari Armbian Linux