My Personal Interest

SSL Blocking di OPNsense

Ada kalanya dalam mengatur akses di lingkungan kerja kita kewalahan dalam menangani permintaan pengguna yang bermacam kebiasaannya, peraturannya juga berbeda di setiap instansi. Terkadang dibuat terbatas dan hanya bisa mengakses halaman website tertentu namun juga ada yang dibuka semua aksesnya dan membatasi beberapa situs yang didefinisikan secara spesifik.

Kebetulan di lingkungan saya bekerja kita menggunakan firewall dari OPNsense yang berguna untuk melindungi jaringan baik secara internal (ancaman dari dalam) maupun secara eksternal (ancaman dari luar), kini kita akan membahas bagaimana caranya untuk membatasi akses ke situs tertentu yang menggunakan SSL atau website yang diawali dengan https.

Untuk tutorial instalasi OPNsense silahkan menuju dokumen online langsung dan saya tidak akan membahas bagaimana caranya memasang firewall ini di mesin anda. Kembali lagi ke topik utamanya untuk membatasi akses ke website tertentu yang menggunakan SSL kita gunakan Instusion Detection built-in di OPNsense, bagaimana caranya mengaktifkan fitur ini? lagi saya jelaskan untuk membaca dokumen online langsung ya.

Berikut langkahnya
 
1. Buka website yang menggunakan SSL dan copy kode SHA1 fingerprint dan copy ke clipboard, dalam hal ini saya mengambil contoh situs facebook.
 
 
2. Masuk ke menu administrasi Intrusion Detection lalu pilih User defined dan klik icon + untuk menambahkan rules yang akan kita buat. 




 
3. Paste kode SHA1 fingerprint yang tadi kita lakukan di point 1 di kolom SSL/fingerprint dan rubah Action menjadi Drop lalu Save changes.




4. Jangan lupa untuk klik Apply untuk memastikan rulesnya bekerja


5. Sekarang anda tidak akan bisa mengakses facebook, selamat mencoba.

Share:

Juarakk! Smartphone Gaming 2018

Ditengah maraknya kompetisi gaming di berbagai negara apalagi di event ASIAN Games 2018 kemarin pertama-kalinya e-Sports merupakan salah satu cabang yang kini sudah resmi dipertandingkan maka tidak ada salahnya kita juga mengulas smartphone idaman yang secara spesifik diperuntukkan bermain game maupun dipakai untuk penggunaan sehari-hari. 

Kali ini ASUS mempunyai produk unggulan yang memang didesain untuk bermain game dengan harga yang cukup terjangkau yaitu ASUS Zenfone Max Pro M1 dengan kisaran harga 2 jutaan kita sudah dapat memiliki smartphone gaming yang cukup mumpuni untuk game sekarang ini.

Inside The Box

Fitur

1. Performa, dengan menggunakan Snapdragon 636 menjadikan smartphone ini gegas dan dapat menjalankan semua aplikasi tanpa jeda dari total 120 aplikasi yang terpasang pada Zenfone Max Pro M1.
2. Baterai, kapasitas baterai 5000mAh sangat jarang ditemui dipasaran namun ASUS memberikannya pada Zenfone Max Pro M1 sehingga saya tidak perlu khawatir mencari sumber daya untuk mengisi baterainya.
3. Layar, dengan Full View Display dengan rentang layar 6" namun dengan body yang lebih ringkas sungguh memanjakan mata saya namun tetap enak di genggaman tidak terlalu bongsor seperti pesaingnya.
4. Dual Camera, berkat fitur ini saya dengan mudah mendapatkan gambar dengan efek bokeh untuk mengabadikan tanaman yang saya sukai tanpa tambahan software apapun.

5. Triple Slot, ini nih yang juga penting untuk pengguna kere-hore seperti saya. Selain kartu SIM utama dan microSD saya membutuhkan kartu SIM untuk berinternet yang termurah setiap bulannya. Kehadiran slot individu ini sangat krusial tanpa mengorbankan kartu memory saya.

6. Finger Print & Face Unlock, kehadiran fitur ini sudah semakin standar di semua lini smartphone yang ada dipasaran namun tambahan fitur Face Unlock tidak semuanya ada. Bagusnya ASUS memberikan fitur ini di Zenfone Max Pro M1, saat saya gunakan fungsinya juga gegas dan selalu berhasil asalkan saat scan muka kita pertama kali sebaiknya di tempat yang terang.

ASUS Zenfone Max Pro M1 menggunakan OS Android Pure Oreo 8, namun saya masih dapat menemukan fitur gesture yang sangat berguna sekali dalam penggunaan sehari-hari seperti double tap to wake up dan tanpa bloatware sehingga smartphone tetap gegas.

Gameplay

Saat bermain game favorit saya AOV, berkat processor Snapdragon 636 game ini dapat tampil dengan detail yang tinggi 60 fps tanpa merasa lag. Hal ini saya temui jika dalam suatu match dan sehabis loading posisi player berada di markas maka kita akan langsung bisa menjalankan karakter kita lebih dahulu dibanding pemain yang lain dan saya pernah alami menggunakan device yang menggunakan Snapdragon 430 terasa lag dan tertinggal. Berkat spesifikasi smartphone ini saya dengan mudah mengendalikan karakter yang saya mainkan tanpa mengalami kendala jeda sedikitpun.



Spesifikasi
Smartphone ASUS yang dikenal dengan kode ZB602KL ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut


Model
ZenFone Max Pro M1 (ZB602KL)
Display, Resolution
Full HD+ 2.160 x 1.080 pixel, 18:9 Full View Display
2.5D curve glass with 450nits
SoC Processor
CPU
Powerful 14nm Qualcomm Snapdragon 636 Octa Core Processor with  1.54x Antutu CPU score than SD625
GPU
Qualcomm® Adreno™ 509 GPU              
Memory
RAM / Storage
LPDDR4 3GB RAM, 32GB ROM
LPDDR4 4GB RAM, 64GB ROM
LPDDR4 6GB RAM, 64GB ROM
Supports up to 256GB MicroSD, 100GB Google Drive (free 1 year)
Camera System
Rear (main)
Camera
16MP (6G/64GB), 13MP (3G/32GB, 4GB / 64GB), PDAF
Rear (wide)
Camera
5 Megapixel for bokeh mode
Front camera
16MP (6G/64GB) , 8MP (3G/32GB , 4GB / 64GB), softlight LED flash
Camera feature
Camera mode:
Auto, HDR, Portrait, Landscape, Sports, Flower, Backlight, Sunset, Night, Beauty
Wireless
WLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
Sensor
Rear fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Face Recognition, Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient Light Sensor
SIM card and SD slot
Triple Slots: dual SIM, one MicroSD card
Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card
Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.
Network
FDD-LTE, TD-LTE, WCDMA, GSM
Data rate:
DC-HSPA+ (DL/UL): 42/5.76 Mbps; LTE CAT 7 (DL/UL): 300/150 Mbps, 3CA support
GPS
GPS, AGPS, Glonass, BDS
OS
Pure Android 8.1 Oreo
Battery
5.000mAh capacity
Audio / Microphone
Loud speaker, PMIC internal amplifier, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM Receiver
Size / Weight
159 x 76 x 8.46 mm / 180 grams
Color
Deepsea Black and Meteor Silver

Pengalaman pertama memegang smartphone ini besar, layar luas dan lumayan berat dibandingkan dengan ZenFone 3 520KL yang biasa saya pakai, saya juga mencoba beberapa software pengenal hardware dan beberapa aplikasi benchmark silahkan disimak di gambar berikut.



Berikut merupakan kumpulan foto menggunakan ASUS Zenfone Max Pro M1. Saya suka dengan hasil foto diluar ruangan, hasilnya sungguh memukau mata saya baik dilihat pada smartphone maupun di komputer dan hasilnya memuaskan ketika saya gunakan untuk mencetak di kertas glossy paper untuk keperluan sekolah anak untuk keperluan ketrampilan dikelasnya.

Untuk sektor hobby, saya memakai ZenFone Max Pro M1 ini untuk mengambil gambar dari dekat foto miniatur yang saya miliki. Saya hanya menggunakan mode HDR Auto dan layar penerangan secukupnya jadilah foto yang saya inginkan tercapai, tidak perlu mode manual yang ribet walau jika ada merupakan nilai tambah tersendiri.





Kesimpulan

Jika anda seperti saya, gamer mobile yang cukup aktif dan menginginkan layar plus baterai yang besar dan processor kencang maka smartphone ASUS Zenfone Max Pro M1 merupakan pilihan satu-satunya yang tersedia dipasaran dengan harga yang sangat terjangkau dikelasnya. Apalagi dengan segudang fitur lainnya yang telah saya sebutkan diatas, jangan sampai nyesel dikemudian hari jika smartphone anda tidak sebagus ASUS Zenfone Max Pro M1! -You've been warned
Share:

Backup Disk dengan O&O DiskImage 12 Server

Backup data adalah salah satu hal terpenting bagi yang mempunyai kepentingan dalam pemrosesan data, dapat dilakukan secara manual maupun berkala juga otomatis. Kini hal tersebut dapat mudah dilakukan dengan bantuan software seperti dari perusahaan O&O yang mempunyai salah satu produk unggulannya yaitu O&O DiskImage 12 Server. Juga tersedia untuk platform desktop namun kali ini saya akan membahas produknya yang untuk corporate solutions dan dapat dilihat pada tautan berikut.

Pemakaian software ini cukup mudah yang terdiri dari mode express-manual dan one click backup, nah kali ini saya akan menjelaskan pemakaiannya secara manual agar kita lebih tahu apa saja fitur yang ditawarkan oleh software ini.

Saat pertama dijalankan softrware ini akan menanyakan apa yang akan kita lakukan, berikut gambarnya

Pada langkah ini saya akan memilih Start Drive Imaging untuk memulai proses backup data dari system yang saya gunakan. Setelah itu lanjut ke pemilihan Disk keseluruhan atau hanya beberapa partisi saja yang ingin di backup, saya memilih hanya 2 partisi yaitu System Reserved dan Drive C.


Ketika sudah yakin partisi mana saja yang akan di backup maka dilanjutkan dengan Start drive imaging dan aplikasi ini akan memulai prosesnya.


Ditunggu hingga selesai maka proses backup yang kita inginkan sudah selesai dan sewaktu-waktu dapat kita Restore dengan mudah jika terjadi hal yang tidak diinginkan.


Cukup mudah bukan? Dengan software ini backup system partisi maupun disk secara keseluruhan lebih mudah tanpa hambatan, juga bisa kita gunakan untuk cloning hard disk jika kita mempunyai disk drive yang baru ataupun SSD yang lebih kencang dengan memilih opsi Cloning pada halaman pertama.

Dan yang perlu dicatat adalah hasil backup file system saya hanya sekitar 2GB dari keseluruhan system yang mencapai 42GB, cukup hemat dan bagus menurut saya.


Share:

Hobbytrain H23482 Bauart Uacs


Four-axle silo truck with pneumatic unloading. Especially suitable for dusty bulk materials such as cement, gypsum, lime, dolomite, etc. A part of these wagons is used exclusively for the transport of eg flour. Since 1972, 375 of these wagons have been in use at SBB Cargo as well as at the major cement producers Holcim, Jura Cement and Ciments Vigier. The BLS also procured 4 cars of this type.

Share:

Review ASUS ZenFone Max pro M1, smartphone gaming dengan baterai super besar!

Setelah ASUS meresmikan peluncuran device terbarunya mereka pada 24 April 2018 lalu kali ini kita akan mencoba dan sekaligus menjajal kemampuan smartphone yang ditujukan untuk gamer dengan tagline Limitless Gaming. Kemasan packingnya kali ini mempunyai nuansa baru dengan warna biru dengan kombinasi abu-abu dan tidak lupa begitu kardusnya digeser kebawah maka akan terlihat tulisan We Love Photo dengan gradasi pelangi jika terpantul cahaya. Dalam paket pembelian yang didistribusikan oleh TAM terdapat smartphone ASUS ZenFone Max Pro M1, charger, kabel USB, manual, pin ejector dan softcase transparan.






Pada bagian atas hanya terdapat lubang kecil mikrofon, bagian bawah ada port charger mini USB-jack audio-mikrofon-speaker, sisi kanan power dan volume rocker, sisi kiri sim tray, sisi depan kamera-speaker-LED notifikasi-flash-sensor proximity, bagian belakang finger print-dua kamera dan flash.

Smarphone dengan kode ZB602KL ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut


Model
ZenFone Max Pro M1 (ZB602KL)
Display, Resolution
Full HD+ 2.160 x 1.080 pixel, 18:9 Full View Display
2.5D curve glass with 450nits
SoC Processor
CPU
Powerful 14nm Qualcomm Snapdragon 636 Octa Core Processor with  1.54x Antutu CPU score than SD625
GPU
Qualcomm® Adreno™ 509 GPU              
Memory
RAM / Storage
LPDDR4 3GB RAM, 32GB ROM
LPDDR4 4GB RAM, 64GB ROM
LPDDR4 6GB RAM, 64GB ROM
Supports up to 256GB MicroSD, 100GB Google Drive (free 1 year)
Camera System
Rear (main)
Camera
16MP (6G/64GB), 13MP (3G/32GB, 4GB / 64GB), PDAF
Rear (wide)
Camera
5 Megapixel for bokeh mode
Front camera
16MP (6G/64GB) , 8MP (3G/32GB , 4GB / 64GB), softlight LED flash
Camera feature
Camera mode:
Auto, HDR, Portrait, Landscape, Sports, Flower, Backlight, Sunset, Night, Beauty
Wireless
WLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
Sensor
Rear fingerprint sensor (0.3 seconds unlock, supports 5 fingerprints), Face Recognition, Accelerator, E-Compass, Proximity, Ambient Light Sensor
SIM card and SD slot
Triple Slots: dual SIM, one MicroSD card
Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card
Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card
Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 4G LTE service at a time.
Network
FDD-LTE, TD-LTE, WCDMA, GSM
Data rate:
DC-HSPA+ (DL/UL): 42/5.76 Mbps; LTE CAT 7 (DL/UL): 300/150 Mbps, 3CA support
GPS
GPS, AGPS, Glonass, BDS
OS
Pure Android 8.1 Oreo
Battery
5.000mAh capacity
Audio / Microphone
Loud speaker, PMIC internal amplifier, Dual internal microphones with ASUS Noise Reduction Technology, FM Receiver
Size / Weight
159 x 76 x 8.46 mm / 180 grams
Color
Deepsea Black and Meteor Silver

Berikut adalah screenshot dari smartphone ketika saya menyalakannya, bagusnya dapat redeem Gdrive 100GB untuk 2 tahun dan hingga ponsel ini dinyalakan kami mendapati 3 kali update firmware.




Pengalaman pertama memegang smartphone ini besar, layar luas dan lumayan berat dibandingkan dengan ZenFone 3 520KL yang biasa saya pakai, sempat juga mencoba beberapa software pengenal hardware dan beberapa aplikasi benchmark silahkan disimak di gambar berikut.


Walaupun menggunakan Android Pure Oreo 8, namun kami masih dapat menemukan fitur gesture yang sangat berguna sekali dalam penggunaan sehari-hari seperti double tap to wake up.

Saat bermain game favorit saya AOV, berkat processor Snapdragon 636 game ini dapat tampil dengan detail yang tinggi 60 fps tanpa merasa lag. Hal ini dapat kita temui jika dalam suatu match dan sehabis loading posisi player berada di markas maka kita akan langsung bisa menjalankan karakter kita lebih dahulu dibanding pemain yang lain dan saya pernah alami menggunakan device yang menggunakan Snapdragon 430 terasa lag dan tertinggal.




Nah kira-kira sudah cukup belum review dari saya, main game dengan smartphone ASUS ZenFone Max Pro M1 dijamin gak bakal lag deh. Kalau belum jelas silahkan ajukan pertanyaan di kolom komentar ya!


Share:

Paling banyak dilihat

Terbaru

SSL Blocking di OPNsense

Markah

Asus (66) android (47) FAQ (4) Cisco (3) Backup (2) OpenWRT (2) LUCI (1)

Markah

Arsip