My Personal Interest

Bersih-bersih Akuarium

Yak, setelah hampir 3 minggu lebih air akuarium belum diganti kini saatnya diganti sekaligus mencukur tanaman didalamnya agar ikan dapat leluasa bermain dalam tank. Penggantian air biasanya saya lakukan setiap seminggu sekali disaat weekend hari sabtu pagi namun akhir-akhir ini kesibukan dan rasa malas mendera sehingga hampir 3 minggu airnya tidak diganti sehingga mengakibatkan ikan tidak seriang seperti biasanya.

Biasanya penggantian air saya lakukan setengah dari volume akuarium, pernah baca referensinya dari para pehobi ikan hias juga ya sekitar ini yang dianjurkan walau alasan pastinya saya kurang paham. Pertama untuk akuarium diruang tamu saya pangkas pohonnya dahulu dan bersihkan sisa potongannya lalu lakukan kuras air dan diisi kembali. Dan untuk akuarium yang diatas perlu kuras air hingga sampai sebatas ikannya bisa berenang karena memang posisinya di outdoor dan perlu kuras juga kotoran mengendap dikarenakan tidak terdapat water pump hanya mengandalkan oksigen dari tanaman yang saya tanam sendiri dari benih.

akuarium ruang tamu

akuarium lantai atas

Setelah bersih semuanya sempat terpikirkan untuk foto-foto detailnya, mungkin lain kali kesempatan di bulan depan jika tanamannya sudah tinggi menjulang kembali, tetap pantau ya!


Share:

[Review] ASUS Zenfone 4 Max Pro (ZC554KL) / X00ID

Kali ini saya berkesempatan untuk me-review lebih dalam smartphone terbaru dari ASUS yaitu Zenfone 4 Max Pro yang telah rilis pada awal September ini, smartphone ini menurut saya ditujukan untuk casual user dengan beragam fitur yang disematkan didalamnya sebut saja dua kamera dengan wide view (pada lensa kedua –kamera belakang), panorama view pada kamera depan serta finger print yang kini beralih ke posisi depan sekaligus sebagai tombol capacitive home. Uniknya pada smartphone ini menyediakan dual slot untuk SIM card dan satu lagi memory slot tersendiri yang sangat berguna untuk yang sering berganti-ganti kartu perdana internet (selain kartu utama) namun tetap ingin menggunakan memory card tambahan dari HP yang lama. 



Dalam paket penjualannya anda akan mendapatkan ASUS Zenfone 4 Max Pro, bumper case (nice!), slot ejector, adaptor beserta kabel USB micro 2.0, kabel USB OTG (berfungsi untuk reverse charging) dan kartu garansi. Bentangan layarnya 5.5’ (720x1280px) dengan fitur bluelight filter untuk perlindungan mata serta kemampuan sentuhan di 10 titik, ditenagai oleh processor Qualcomm Snapdragon 430 dengan clock speed 960 Mhz (pada posisi idle) hingga 1.4 Ghz (peak performance) menjadikan smartphone ini hemat daya sehingga dapat dipakai lebih lama apalagi dibekali dengan kapasitas baterai 5000 mAh sudah pasti cukup untuk mendukung aktivitas heavy user seperti yang biasa saya lakukan sehari-hari dengan full aplikasi socmed dan heavy game karena menggunakan adreno 505 seperti Mobile Legends dan casual game Final Fantasy XV (jangan lupa add saya ya nick: abang.bam utk Mobile Legends dan abang bam untuk FF XV). Sampai tulisan ini dibuat di Zenfone 4 Max Pro sudah terinstall 88 aplikasi dan tidak ada kendala apapun untuk pemakaian sehari-hari maupun ketika beberapa rekan sejawat melihat smartphone ini untuk sekedar bertanya beberapa hal mengenai fitur terbaru, model dan kemampuan smartphone ini.

Kamera utama pada bagian belakang mempunyai kemampuan 16 MP dengan F2.0 dan 79° sudut pandang menghasilkan gambar yang cukup bagus dengan pencahayaan yang cukup, untuk pengambilan video diselipkan fitur EIS untuk video bebas guncangan serta LED flash 1 buah. Dalam pemakaian saya tidak menemui kendala namun untuk foto yang dihasilkan namun terkadang masih banyak menemui blur walau dua tangan saya sudah memegang secara erat dan tidak bergoyang, saya harap software Camera dapat diperbaiki lebih lanjut guna kesempurnaan smartphone ini. Untuk detail gambar walau sudah menggunakan mode 16 MP masih terasa kurang jika dibandingkan dengan kamera Zenfone Live yang pernah saya gunakan juga. Dan yang disayangkan ketika menggunakan mode Pro hasil gambar yang terlihat dilayar berbeda jauh dengan hasil filenya, untuk kamera depan tidak saya test karena memang tidak suka selfie dan kawan-kawannya.

Wide View Auto

Normal View Auto

Manual Mode

Macro Manual

Fitur videonya dapat mengambil rekaman dengan Full HD di 30 fps dengan fitur EIS untuk video bebas guncangan serta 120° sudut pandang. Ketika dipergunakan dengan dua tangan masih terjadi guncangan di kualitas rekaman, namun ketika saya mengambil posisi menopang dengan kaki didepan seperti aba-aba bersiap seorang pelari dan kamera saya tempatkan di atas dengkul kanan maka kualitas fotonya memang lebih baik. Yang mengganjal dihati, tidak ada pemberitahuan apakah fitur EIS-nya benar-benar aktif atau hanya spesifikasi saja yang nantinya akan diberikan dalam software update selanjutnya. Berikut perbandingannya dapat disimak pada video dibawah ini.


Pengambilan Video Posisi berdiri

Pengambilan Video Posisi Menopang kaki

Untuk kualitas suara tidak ada masalah apapun, baik ketika memutar video kualitas BRRIP dengan volume maksimum plus outdoor mode maupun ketika streaming, ciamik lah! Sedangkan dari sisi koneksi WiFi yang hanya b/g/n juga tidak masalah ketika digunakan di kantor dengan penggunaan roaming (berpindah dari satu AP ke AP lainnya) maupun ketika dirumah yang menggunakan arsitektur bridging, perpindahan koneksi smooth tidak ada kendala sama sekali. Lagi-lagi yang disayangkan tidak hadirnya WiFi A/C seperti pada smartphone kelas menengah pada produk ASUS, itu saja. Fitur 4G pada kedua SIM slot bagus ketika menggunakan Smartfren GSM+, XL maupun SIMPATI dan slot sdcard 32GB saya juga langsung terdeteksi dan proses pengenalan ketika habis boot up juga langsung dikenali tidak ada jeda lag ketika langsung membuka aplikasi file viewer seperti ES File Explorer maupun QuickPic. Oh iya, ASUS Zenfone 4 Max Pro ini sudah dibekali dengan Android OS 7.1.1 dengan security patch tanggal 1 Agustus 2017 dan hingga turun tulisan ini baru dapat update OS dengan build 20170908 (8 September 2017) serta tidak lupa juga dengan body berbahan metal namun agak berat ditangan, nice!

Berikut saya sertakan hasil testing dengan beberapa aplikasi benchmark
CPU-Z

Geekbench



Quadrant
 tidak dapat menampilkan result

Antutu
tidak dapat dijalankan


Kesimpulan
ASUS berhasil menelurkan smartphone kelas mid harga kompetitif dengan fitur dua kamera dengan sudut pandang lebar, yang saya suka adalah triple slot yang ada pada smartphone ini walau pada sisi software kameranya banyak yang masih perlu dibenahi dan di rentang harga yang sama ada pesaing dari Xiaomi A1 dan Motorola G5S Plus. Kelebihan lain ada pada kapasitas baterai yang tergolong besar sampai 5000 mAh dengan fitur reverse charging dan finger print yang pindah keposisi home button, untuk yang lainnya menurut saya sama kualitasnya seperti pada Zenfone Live. Terima kasih ASUS yang telah meminjamkan smartphone ini untuk di review, semoga kedepannya ASUS dapat meningkatkan smartphone ini dengan lebih baik lagi agar kualitas kameranya setidaknya menyamai Zenfone 3 Built for Photography. Ciao!!

Skor (3.8 of 5)
Design
☆☆☆☆
Performa
☆☆
Penggunaan
☆☆☆
Baterai
☆☆☆☆☆
After Sales
☆☆☆☆☆







Share:

ASUS ROG Final eSport

 
Pada beberapa waktu lalu saya menghadiri undangan untuk menyaksikan final pertandingan CS:GO dan DOTA2 yang diadakan oleh ASUS di Ciputra Artpreneur Jakarta tepatnya pada tanggal 16 September 2017, disana akan team yang bertanding adalah RECCA dan BOOM ID, serta dilanjutkan dengan pertandingan DOTA2 antara BOOM ID dan UG.INFINITE. Acara dibuka oleh Galip Fu selaku Country Marketing Manager ASUS Indonesia dan langsung dimulai acara pertandingannya.

“Kompetisi ini adalah satu cara kami untuk meramaikan serta memajukan industri game di Indonesia,” ucap Galip. “Tentu saja tidak hanya itu, baru-baru ini, kami juga meluncurkan perangkat gaming yang mumpuni seperti ASUS ROG GX501 Zephyrus yang dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i7 dan kartu grafis Nvidia GTX1080 Max-Q Design di dalam sebuah laptop dengan ketebalan hanya 16,9mm dan bobot 2,2 kg, untuk para gamer sejati yang menginginkan performa hebat dengan ukuran bodi yang ramping,” tambah Galip.

ASUS ROG Masters merupakan ajang kompetisi untuk game DOTA 2 dan CS:GO termegah di Indonesia. Secara keseluruhan, total tim yang telah mendaftarkan diri untuk bergabung dalam kompetisi ini mencapai 606 tim yang berasal dari seluruh Indonesia. “Saya sangat senang akhirnya ASUS ROG Masters telah sampai pada babak grand final,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia. “Selain itu saya juga sangat bangga dan mengapresiasi antutiasme para gamer di Indonesia untuk mengikuti ajang ini,” lanjut Galip.


 Semoga dilain kesempatan saya tetap mendapatkan undangan dari ASUS lagi untuk menghadiri perhelatan sebesar ini, terima kasih ASUS.
Share:

[Rilis] ASUS ZenFone 4 Max Pro


Pada tgl 7 September 2017 ASUS meresmikan kehadiran varian smartphone terbarunya di pasaran Indonesia. Memulai lini ZenFone 4 series, ASUS memilih menghadirkan Zenfone 4 Max Pro sebagai pembuka jalan bagi lini produk smartphone generasi ke-empatnya. Seperti diketahui, produsen notebook terkemuka asal Taiwan tersebut mulai fokus di industri mobile per 2014 yang lalu.



ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL sendiri merupakan smartphone mainstream pertama dengan fitur dual camera dan menggunakan baterai sebesar 5.000mAh. Dengan baterai berkapasitas besar tersebut, smartphone dapat bertahan dalam jaringan 4G selama 46 hari. Tak hanya itu, seperti halnya varian ZenFone Max terdahulu, varian terbaru ini juga mendukung reverse charging, alias berfungsi sebagai powerbank. Yang menarik, kemampuan reverse charging-nya pun kini 2x lebih cepat.

“ZenFone 4 Max merupakan bagian dari seri ZenFone 4 yang didesain khusus untuk menyediakan pengalaman fotografi mobile terbaik,” sebut Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia. “Ia memiliki fitur dual rear-camera system dengan kamera utama 16MP serta kamera wide 120o plus kamera depan yang juga berukuran 16MP,” sebutnya.

Untuk menopang energi, Benjamin menambahkan, ZenFone 4 Max Pro memiliki baterai berkapasitas besar yakni 5.000mAh. Kapasitas tersebut sama dengan kapasitas baterai pada lini ZenFone Max generasi pertama. “Yang menarik, dengan teknologi ASUS PowerMaster, baterai pada ZenFone 4 Max Pro ZC554KL dapat bertahan hingga 46 hari saat standby di jaringan 4G,” sebut Benjamin.
Untuk generasi smartpone ZenFone 4 series, di Indonesia, ASUS kembali mengundang aktor laga Joe Taslim sebagai perwakilan.


“Bagi saya, smartphone harus sama energiknya dengan saya yang punya aktivitas padat. Saya tidak bisa menggunakan smartphone yang baterainya hanya bertahan setengah hari. Baterai smartphone saya harus bertahan seharian atau lebih, meski telah digunakan secara penuh untuk mendukung aktivitas,” sebut Joe Taslim. “Saya bangga ditunjuk untuk merepresentasikan ZenFone 4 Max Pro di Indonesia,” sebutnya.

Lensa Wide 120o
ASUS ZenFone 4 Max Pro menggunakan sistem dual rear-camera dengan kamera utama 16MP PixelMaster dan sebuah kamera kedua dengan wide-angle lens yang mencakup sudut pandang hingga 120o. Kamera tersebut mampu menangkap foto dengan jernih dan tajam. Pengguna juga bisa dengan mudah menggeser opsi ke view yang lebih luas agar lebih banyak objek yang bisa ditangkap dalam frame.