My Personal Interest

[Review] ASUS Zenfone 4 Max Pro (ZC554KL) / X00ID

Kali ini saya berkesempatan untuk me-review lebih dalam smartphone terbaru dari ASUS yaitu Zenfone 4 Max Pro yang telah rilis pada awal September ini, smartphone ini menurut saya ditujukan untuk casual user dengan beragam fitur yang disematkan didalamnya sebut saja dua kamera dengan wide view (pada lensa kedua –kamera belakang), panorama view pada kamera depan serta finger print yang kini beralih ke posisi depan sekaligus sebagai tombol capacitive home. Uniknya pada smartphone ini menyediakan dual slot untuk SIM card dan satu lagi memory slot tersendiri yang sangat berguna untuk yang sering berganti-ganti kartu perdana internet (selain kartu utama) namun tetap ingin menggunakan memory card tambahan dari HP yang lama. 



Dalam paket penjualannya anda akan mendapatkan ASUS Zenfone 4 Max Pro, bumper case (nice!), slot ejector, adaptor beserta kabel USB micro 2.0, kabel USB OTG (berfungsi untuk reverse charging) dan kartu garansi. Bentangan layarnya 5.5’ (720x1280px) dengan fitur bluelight filter untuk perlindungan mata serta kemampuan sentuhan di 10 titik, ditenagai oleh processor Qualcomm Snapdragon 430 dengan clock speed 960 Mhz (pada posisi idle) hingga 1.4 Ghz (peak performance) menjadikan smartphone ini hemat daya sehingga dapat dipakai lebih lama apalagi dibekali dengan kapasitas baterai 5000 mAh sudah pasti cukup untuk mendukung aktivitas heavy user seperti yang biasa saya lakukan sehari-hari dengan full aplikasi socmed dan heavy game karena menggunakan adreno 505 seperti Mobile Legends dan casual game Final Fantasy XV (jangan lupa add saya ya nick: abang.bam utk Mobile Legends dan abang bam untuk FF XV). Sampai tulisan ini dibuat di Zenfone 4 Max Pro sudah terinstall 88 aplikasi dan tidak ada kendala apapun untuk pemakaian sehari-hari maupun ketika beberapa rekan sejawat melihat smartphone ini untuk sekedar bertanya beberapa hal mengenai fitur terbaru, model dan kemampuan smartphone ini.

Kamera utama pada bagian belakang mempunyai kemampuan 16 MP dengan F2.0 dan 79° sudut pandang menghasilkan gambar yang cukup bagus dengan pencahayaan yang cukup, untuk pengambilan video diselipkan fitur EIS untuk video bebas guncangan serta LED flash 1 buah. Dalam pemakaian saya tidak menemui kendala namun untuk foto yang dihasilkan namun terkadang masih banyak menemui blur walau dua tangan saya sudah memegang secara erat dan tidak bergoyang, saya harap software Camera dapat diperbaiki lebih lanjut guna kesempurnaan smartphone ini. Untuk detail gambar walau sudah menggunakan mode 16 MP masih terasa kurang jika dibandingkan dengan kamera Zenfone Live yang pernah saya gunakan juga. Dan yang disayangkan ketika menggunakan mode Pro hasil gambar yang terlihat dilayar berbeda jauh dengan hasil filenya, untuk kamera depan tidak saya test karena memang tidak suka selfie dan kawan-kawannya.






Fitur videonya dapat mengambil rekaman dengan Full HD di 30 fps dengan fitur EIS untuk video bebas guncangan serta 120° sudut pandang. Ketika dipergunakan dengan dua tangan masih terjadi guncangan di kualitas rekaman, namun ketika saya mengambil posisi menopang dengan kaki didepan seperti aba-aba bersiap seorang pelari dan kamera saya tempatkan di atas dengkul kanan maka kualitas fotonya memang lebih baik. Yang mengganjal dihati, tidak ada pemberitahuan apakah fitur EIS-nya benar-benar aktif atau hanya spesifikasi saja yang nantinya akan diberikan dalam software update selanjutnya. Berikut perbandingannya dapat disimak pada video dibawah ini.


Pengambilan Video Posisi berdiri

Pengambilan Video Posisi Menopang kaki

Untuk kualitas suara tidak ada masalah apapun, baik ketika memutar video kualitas BRRIP dengan volume maksimum plus outdoor mode maupun ketika streaming, ciamik lah! Sedangkan dari sisi koneksi WiFi yang hanya b/g/n juga tidak masalah ketika digunakan di kantor dengan penggunaan roaming (berpindah dari satu AP ke AP lainnya) maupun ketika dirumah yang menggunakan arsitektur bridging, perpindahan koneksi smooth tidak ada kendala sama sekali. Lagi-lagi yang disayangkan tidak hadirnya WiFi A/C seperti pada smartphone kelas menengah pada produk ASUS, itu saja. Fitur 4G pada kedua SIM slot bagus ketika menggunakan Smartfren GSM+, XL maupun SIMPATI dan slot sdcard 32GB saya juga langsung terdeteksi dan proses pengenalan ketika habis boot up juga langsung dikenali tidak ada jeda lag ketika langsung membuka aplikasi file viewer seperti ES File Explorer maupun QuickPic. Oh iya, ASUS Zenfone 4 Max Pro ini sudah dibekali dengan Android OS 7.1.1 dengan security patch tanggal 1 Agustus 2017 dan hingga turun tulisan ini baru dapat update OS dengan build 20170908 (8 September 2017) serta tidak lupa juga dengan body berbahan metal namun agak berat ditangan, nice!

Berikut saya sertakan hasil testing dengan beberapa aplikasi benchmark


Kesimpulan
ASUS berhasil menelurkan smartphone kelas mid harga kompetitif dengan fitur dua kamera dengan sudut pandang lebar, yang saya suka adalah triple slot yang ada pada smartphone ini walau pada sisi software kameranya banyak yang masih perlu dibenahi dan di rentang harga yang sama ada pesaing dari Xiaomi A1 dan Motorola G5S Plus. Kelebihan lain ada pada kapasitas baterai yang tergolong besar sampai 5000 mAh dengan fitur reverse charging dan finger print yang pindah keposisi home button, untuk yang lainnya menurut saya sama kualitasnya seperti pada Zenfone Live. Terima kasih ASUS yang telah meminjamkan smartphone ini untuk di review, semoga kedepannya ASUS dapat meningkatkan smartphone ini dengan lebih baik lagi agar kualitas kameranya setidaknya menyamai Zenfone 3 Built for Photography. Ciao!!

Skor (4 of 5)
Design
☆☆☆☆
Performa
☆☆
Penggunaan
☆☆☆
Baterai
☆☆☆☆☆
After Sales
☆☆☆☆☆







Share:

3 comments:

  1. Sangat berguna reviewnya, terima kasih bisa menjadi acuan saya membeli handphone ASUS

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Paling banyak dilihat

Markah

Asus (65) android (47) FAQ (4) Cisco (3) OpenWRT (2) Backup (1) LUCI (1)

Markah

Arsip