My Personal Interest

[Review] Asus Padfone S T00N



Review Asus Padfone S T00N



Setelah menggelar perhelatan akbar di penghujung akhir tahun 2014 lalu dalam event bertajuk Asus 2014 Year End Surprises yang sekaligus meresmikan hadirnya perangkat 2-in-1 Asus Padfone S PF500KL, kini kami kedatangan unit Asus Padfone S T00N (hanya handsetnya saja tanpa docking station) yang memiliki tagline Super Fast, Super Vivid, Super Speed, Super Video, Super Durable, dan Super WiFi. Kombinasi kemampuan dan fitur super ini, serta harganya yang terjangkau, membuatnya layak disebut sebagai sebuah super phone.



Dalam paket penjualan ini terdapat smartphone Asus Padfone S T00N, charger 2A, kabel data, manual dan earphone beserta insulated rubber-nya walau tidak krusial namun merupakan nilai tambah positif, dengan arsitektur Krait 400 yang memakai CPU besutan Qualcomm Snapdragon 801 (2.27 Ghz –quad core), ram 2GB dan GPU Adreno 330 (578 Mhz clock) menjadikan smartphone ini sanggup melayani aplikasi berat dengan sangat baik dan memuaskan.

Design

Padfone S mempresentasikan filosofi tentang design yang unik dari Asus menghadirkan kombinasi gaya dan teknologi, dengan Padfone S anda dapat mempunyai opsi menggunakan berbagai ukuran layar sesuai dengan aktivitas spesifik. Sisi pinggir Padfone S dikelilingi oleh alumunium bezel elegan menghadirkan kesan premium dan backcover soft-matte untuk menghindari terlepas dari genggaman. Sisi kanan terdapat tombol navigasi volume dan power sedangkan sisi kirinya bersih seperti yang terdapat pada Zenfone series. Untuk mengisi daya disediakan mini USB port pada sisi bawah yang juga tampak konektor yang menghubungkan ke station 9’, tidak lupa pada sisi atas lubang jack 3.5mm yang dapat digunakan untuk memasang earphone atau tombol pintar iKey.






Fitur

Seperti kebanyakan device smartphone terbaru dari Asus, hampir semuanya memiliki fitur yang sama berkat Asus ZenUI sehingga apa yang pernah kita temui di ZenFone pasti dapat ditemui juga di seri ini. Namun tentu saja ada penambahan fitur pada seri terbaru ini. Sebut saja Dynamic Display dan Instant Transition, jika anda memakai aplikasi gallery di smartphone dan docking station berbeda dari segi tampilan dikarenakan menyesuaikan secara otomatis dengan besarnya layar dan tidak lupa dari semuanya itu hanya menggunakan satu koneksi data yang berasal dari unit smartphonenya.




Fitur lainnya yang menarik adalah dengan adanya teknologi NFC yang sudah disematkan di smartphone ini mampu untuk melakukan Wireless Charging dan memungkinkan kita untuk melakukan pengisian daya dengan alat Qi Wireless Charging . Dan yang paling hangat saat ini adalah teknologi LTE yang sudah terdapat di Indonesia sanggup dipakai di Padfone S serta fitur lain seperti PixelMaster, SonicMaster


3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini secara teoritis mampu mendownload sampai dengan kecepatan 300mbps dan upload 75mbps.

Benchmark

Antutu v5.6
Secara general aplikasi ini sering digunakan untuk mengukur kemampuan android secara keseluruhan silahkan disimak hasilnya dari gambar berikut. Untuk rentang harga 2.9jt (smartphone saja) atau 3.5jt (smartphone dan station) dapat menerobos pangsa pasar di Indonesia dengan mudah.


CPU Z
Digunakan untuk mengetahui hardware yang dimiliki oleh android pada umumnya, jika ada yang belum terbaca dengan sempurna silahkan update CPU Z anda.






NenaMark 2 v2.4
Aplikasi ini merupakan test langsung terhadap kemampuan GPU yang terdapat di android. Skor 59.8 fps merupakan nilai terbaik di device ini, namun saat pengujian terlihat sempat menembus 74 fps, anda tidak perlu khawatir untuk menginstall game terbaru.



Linpack & Quadrant
Linpack dipakai untuk mengukur floating point dari CPU (single dan multi-thread) serta Quadrant
adalah CPU, I/O and 3D graphics benchmark.



3DMark

Merupakan testing multi dan cross platform untuk smartphone, tablet, notebook dan PC.







PCMark

Merupakan testing sintetis performa android berdasarkan penggunaan sehari-hari.





Spesifikasi


·  OS: Android 4.4 (KitKat)
·  Warna : Dark Ruby/Pure White
·  Ukuran
Phone: 143.93 x 72.46 x 9.98 ~ mm (PxLxT)
Pad: 250.4 x 172.25 x 11.63 ~ mm (PxLxT)
·  Berat
Phone: 150 g (dengan battery)
Pad: 514 g
·  CPU: Qualcomm Snapdragon 801 MSM8974AB (Quad Core @ 2.3GHz)
·  Memory: 2 GB mDDR3
·  Storage: 16GB eMMC Flash dan 5GB free lifetime ASUS WebStorage
·  Memory Slot: MicroSD card (up to 64 GB)
·  Konektivitas
-          WLAN 802.11a/b/g/n/ac
-          USB 2.0
-          Bluetooth V4.0
-          NFC
·  Network Standard
3G : WCDMA 900/1900/2100
4G: FDD-LTE 700/800/900/1800/1900/2100/2600*
·  Navigasi: GPS, GLONASS & AGPS
·  Layar
Phone: 5”, Full HD 1920x1080
Pad: 9”, WUXGA 1920x 1200
·  Battery
Phone: 2300 mAh Li-Polymer (non-removable)
Pad: 4990 mAh Li-Polymer (non-removable)
·  Standby Time
417 /528 hours(2G/3G)
·  Talk Time
30 /22 hours(2G/3G)
·  Camera
Phone:
- Depan 2 Mega-Pixel, PixelMaster
- Belakang 13 Mega-Pixel, Auto Focus, LED Flash, F2 Aperture, PixelMaster 5 -element lens
Pad:
Depan 1 Mega-Pixel
Accessories
-         - TriCover (Padstation)
-         - ide Flip Cover

-         - Wireless Charger

Kesimpulan
Dengan spesifikasi tinggi, fitur terkini dan tambahan station dalam paket pembelian serta rentang harga sedemikian menjadikan Asus Padfone S satu-satunya device di kelasnya yang mempunyai nilai price dan performa paling baik, ditambah lagi stationnya juga mempunyai kemampuan charging ketika smartphone di sematkan dibelakangnya.

Share:

ASUS Bundel Notebook dan PC Desktop dengan Software Pendidikan

Jakarta (7 Januari 2015) Menyambut tahun baru dan juga semester genap tahun ajaran 2014-2015, ASUS Indonesia menggelar program khusus untuk dunia pendidikan. Bekerjasama dengan PesonaEdu, software developer lokal yang fokus ke pengembangan aplikasi pendidikan, ASUS menyediakan program bundling untuk produk-produknya dengan software Matematika, Fisika dan Biologi.

Dalam program kali ini, beberapa tipe produk yang ditujukan untuk segmen komersial sudah disiapkan. Mulai dari notebook, PC desktop, hingga PC All-in-One generasi terbaru yang cocok digunakan di dunia pendidikan sudah dilengkapi dengan aplikasi dari PesonaEdu.

“Program bundling ini kami tujukan untuk para pelajar, mulai dari SD sampai SMA yang ingin membeli notebook atau PC untuk mendukung aktivitas belajar,” sebut Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia. “Software pendidikan kami bundel dengan harapan agar para siswa lebih siap dalam menghadapi ujian di akhir semester nanti,” ucapnya.

Untuk notebook, produk yang disiapkan adalah seri 14 inci yakni tipe ASUS PRO P453MA-Bing. Untuk Desktop, tipe yang disertakan dalam program terintegrasi ini adalah K30AD, sementara untuk All-in-One, model yang bisa dipilih antara lain adalah AiO ET1612IUTS dan ET2013IUKI.

Notebook dan PC Terjangkau untuk Pelajar
ASUS PRO P453MA cocok digunakan oleh para pelajar SD sampai SMA yang memiliki budget terbatas. Tersedia dengan prosesor Intel Pentium quad core N3540 up to 2.66 GHz, sistem operasi Windows 8.1 Bing, harddisk 500GB, RAM 2GB, DVD Writer, mendukung WiFi, USB 3.0 dan Bluetooth 4.0. Notebook ini dipasarkan dengan harga hanya Rp4,199 juta.

Dari sisi PC desktop, ASUS K30AD merupakan PC desktop dengan prosesor Intel Pentium G3240 yang dilengkapi dengan layar LED sebesar 18,5 inci. Layar lebar tersebut digunakan agar para siswa dapat lebih mudah saat bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. PC desktop ini dipasarkan di harga yang terjangkau, yakni Rp4,649 juta.

Siswa yang membutuhkan PC All-in-One yang terjangkau bisa memilih tipe AIO ET1612IUTS dengan  prosesor Intel Dual Core 1017U, RAM 2GB, DVD Writer, USB 3.0 serta Windows 7 Home Basic yang disimpan di harddisk sebesar 320GB. Produk dengan layar sentuh sebesar 15,6 inci ini juga dipasarkan di harga yang relatif terjangkau, Rp5,599 juta.

Adapun siswa yang membutuhkan PC All-in-One yang lebih bertenaga bisa memilih seri ET2013IUKI yang menggunakan prosesor Intel Core i3-3240T. Model ini menggunakan harddisk sebesar 500GB, RAM 4GB, DVD RW, WiFi, dan mendukung port USB 3.0. Tersedia pilihan grafis Intel HD Graphics atau AMD HD470M yang lebih bertenaga dan dipasarkan di Rp6,999 juta atau Rp7,399 juta.

"Seluruh produk-produk tersebut sudah didistribusikan lewat mitra distribusi ASUS di Indonesia yakni Datascrip dan Synnex Metrodata," sebut Juliana. "Siswa, guru, atau pihak sekolah yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait program bundling ini silakan menghubungi Call Center ASUS di 500-128," ucapnya.

Share:

Popular Posts

Search This Blog

Tags

Asus (52) android (40) FAQ (4) Cisco (3) OpenWRT (2) Backup (1) FKM (1) LUCI (1) kodi (1)

Labels

Recent Posts